Senin, 01 November 2010

50 Persen Lebih Mahasiswa Perguruan Tinggi Favorit Mengaku NU

Hasil survei menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen mahasiswa di perguruan tinggi Favorit seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajahmada (UGM) mengaku berlatarbelakang organisasi sosial keagamaan NU.
Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Zakky Mubarak memaparkan hasil survei ini dalam acara nasional diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/10). Menurutnya, survei tersebut dilakukan oleh Asosiasi Dosen Agama Islam se-Indonesia.
Survei dilakukan di 13 perguruan tinggi favorit di Indonesia. Hasil survei menyebutkan bahwa dari 500 responden mahasiswa perguruan tinggi favorit, rata-rata 253 diantaranya mengaku sebagai warga NU.
“Ini adalah satu indikasi bahwa masa depan NU di bidang ilmiah akan meningkat  baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Zaman saya belum seperti ini. Dulu tidak banyak santri yang menempuh pendidikan tinggi apalagi di kampus umum,” katanya.
Dikatakannya, para mahasiswa yang berlatarbelakang NU mempunyai pemaham keagamaannya lebih bersifat inklusif dan toleran. Ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam menciptakan iklim kehidupan yang kondusif guna mewujudkan peradaban yang lebih maju.
Rektor UIN Malang, Imam Suprayugo mengungkapkan, dari 7200 mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi yang dipimpinnya, 836 diantaranya mengikuti kelompok hafalan Al-Qur'an.
Ada fakta yang luar biasa, katanya. Lulusan dengan Indeks Prestasi (IP) terbaik justru diraih mahasiswa jurusan umum seperti fisika, matematika, ekonomi, dan teknologi informasi yang hafal Al-Qur’an.
“Dari 5 kali wisuda, yang IP-nya terbaik mereka semua hafal Al-Qur'an. Empat diantaranya hafal 30 juz. Satu yang terakhir baru hafal 5 juz tapi dia menuliskan skripsinya dalam tiga bahasa,” katanya.

Sumber : http://www.nu.or.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Persatuan dalam Islam...?

Adalah kenyataan pahit yang tidak bisa dipungkiri jika umat islam pada zaman ini telah berpecah belah dan terkotak-kotak, setiap kelompok me...